Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

Melakukan kunjungan ke sekolah dalam rangka tugas dinas juga memerlukan sebuah laporan. Laporan yang baik adalah laporan yang  jelas, detail dan bisa memahamkan pembaca. Artikel ini akan mengulas tentang contoh laporan kunjungan ke sekolah.

Contoh laporan kunjungan sekolah di bawah ini adalah salah satu program BNN Kota Yogyakarta dalam melakukan sosialiasi pencegahan anti narkoba. Berikut adalah contoh yang diambil dari situs Academic Indonesia.

Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengacam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa (press release BNN RI, 2016).

Indonesia dalam hal ini masuk dalam kondisi darurat narkoba. Hal ini ditandai dengan jaringan/sindikat narkoba yang semakin massif menyasar penduduk dari perkotaan hingga pelosok desa, tanpa memandang status maupun usia.

Berdasarkan press release BNN pada periode 2016, BNN telah mengungkap 807 kasus narkotika dan mengamankan 1.238 tersangka, yang terdiri dari 1.217 WNI dan 21 WNA.

Nilai penyitaan asset hasil tindak pidana narkotika mencapai Rp 261.863.413.345. Kondisi darurat narkoba diperkuat dengan semakin beragamnya narkotika jenis baru atau NPS (New Psychoactive Substances). Sampai dengan awal 2017, BNN telah mengidentifikasi 56 (lima puluh enam) jenis NPS.

Berdasarkan data BNN yang dirilis dalam Jurnal Data P4GN tahun 2015 edisi tahun 2016, Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki peringkat ke delapan dengan prevalensi 2,27%, untuk jumlah penyalahguna sebesar 60.182 orang.

Menurun dibanding tahun 2015 dimana DIY menduduki peringkat kelima dengan prevalensi 2,37% dan jumlah penyalahguna mencapai 62.028 orang.

Kondisi tersebut tidak lantas membuat terlena. Perkembangan tren, modus, dan jenis narkoba yang berkembang menuntut BNN untuk dapat merumuskan strategi yang tepat.

Dua (2) garis besar strategi yang dijalankan adalah supply reduction (pengurangan pasokan) melalui upaya pemberantasan jaringan dan peredaran gelap narkoba, serta demand reduction (pengurangan permintaan) melalui kegiatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta rehabilitasi.

Strategi demand reduction (pengurangan permintaan) dilakukan melalui tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada pelajar agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkoba.

Ketika imunitas sudah terbentuk maka mereka secara sadar akan menolak dan tidak mudah tergoda bujuk rayu segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Salah satu aplikasi dari strategi demand reduction ini adalah sosialisasi atau penyuluhan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Selaras dengan strategi demand reduction yang dijalankan, Badan Narkotika Nasional Kota Yogyakarta telah menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar (SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta) pada hari Selasa tanggal 03 September 2017 pukul 08.30 WIB – 11.45 WIB.

2. Maksud dan Tujuan

  • Maksud diselenggarakannya kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta.

Acara kunjungan ini bertema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba”.

Tema ini diambil dalam rangka memberikan pemahaman yang jelas dan tegas kepada pelajar mengenai berbagai dampak buruk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta upaya pencegahan yang dapat diterapkan secara nyata.

  • Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Menyatukan pandangan bersama bahwa Indonesia Darurat Narkoba termasuk Kota Yogyakarta, kondisi tersebut berpotensi untuk menghancurkan kedaulatan bangsa;
  2. Membangun tekad seluruh stake holder untuk bersama-sama mengatasi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba;
  3. Memberikan Informasi yang benar tentang dampak/bahaya Narkoba bagi individu, keluarga, dan masyarakat;
  4. Meningkatkan kemampuan akademis dan sosial yang akan memberikan dampak positif bagi pemahaman dan perilaku anti narkoba;
  5. Menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menjadi garda terdepan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

 

A. PELAKSANAAN

1. GAMBARAN/ DESKRIPSI PELAKSANAAN KEGIATAN

  • Tahap I : Persiapan
  1. Penyusunan dan pengajuan kegiatan;
  2. Pembentukan panitia;
  3. Rapat koordinasi;
  4. Penyiapan bahan topik /  materi;
  5. Persiapan sarana dan prasarana;
  6. Mengundang peserta;
  • Persiapan administrasi dan keuangan.Tahap II : Pelaksanaan Kegiatan
  1. Pendaftaran peserta;
  2. Pembukaan;
  • 30 peserta dan panitia berada di aula Masjid Sagan Komplek SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta;
  • Do’a;
  • Menyanyikan Lagu Indonesia Raya;

3. Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media    Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta;

  • Materi narasumber;
  • Tanya jawab.

4. Penutupan;

Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, dengan tema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba” ditutup dengan ucapan terima kasih dan apresisasi yang tinggi untuk SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta atas terlaksananya kegiatan secara lancar.

  • Tahap III : Evaluasi

Evaluasi pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan, baik narasumber, materi, kepanitiaan, tempat pelaksanaan, tingkat keberhasilan, dan hambatan yang ditemui untuk dilakukan perbaikan di kemudian hari.

2. WAKTU DAN TEMPAT

Melakukan kunjungan ke sekolah dalam rangka tugas dinas juga memerlukan sebuah laporan. Laporan yang baik adalah laporan yang  jelas, detail dan bisa memahamkan pembaca. Artikel ini akan mengulas tentang contoh laporan kunjungan ke sekolah.

Contoh laporan kunjungan sekolah di bawah ini adalah salah satu program BNN Kota Yogyakarta dalam melakukan sosialisasi pencegahan anti narkoba. Berikut adalah contoh yang diambil dari situs Academic Indonesia.

Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa (press release BNN RI, 2016).

Indonesia dalam hal ini masuk dalam kondisi darurat narkoba. Hal ini ditandai dengan jaringan/sindikat narkoba yang semakin massif menyasar penduduk dari perkotaan hingga pelosok desa, tanpa memandang status maupun usia.

Berdasarkan press release BNN pada periode 2016, BNN telah mengungkap 807 kasus narkotika dan mengamankan 1.238 tersangka, yang terdiri dari 1.217 WNI dan 21 WNA.

Nilai penyitaan asset hasil tindak pidana narkotika mencapai Rp 261.863.413.345. Kondisi darurat narkoba diperkuat dengan semakin beragamnya narkotika jenis baru atau NPS (New Psychoactive Substances). Sampai dengan awal 2017, BNN telah mengidentifikasi 56 (lima puluh enam) jenis NPS.

Berdasarkan data BNN yang dirilis dalam Jurnal Data P4GN tahun 2015 edisi tahun 2016, Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki peringkat ke delapan dengan prevalensi 2,27%, untuk jumlah penyalahguna sebesar 60.182 orang.

Menurun dibanding tahun 2015 dimana DIY menduduki peringkat kelima dengan prevalensi 2,37% dan jumlah penyalahguna mencapai 62.028 orang.

Kondisi tersebut tidak lantas membuat terlena. Perkembangan tren, modus, dan jenis narkoba yang berkembang menuntut BNN untuk dapat merumuskan strategi yang tepat.

Dua (2) garis besar strategi yang dijalankan adalah supply reduction (pengurangan pasokan) melalui upaya pemberantasan jaringan dan peredaran gelap narkoba, serta demand reduction (pengurangan permintaan) melalui kegiatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta rehabilitasi.

Strategi demand reduction (pengurangan permintaan) dilakukan melalui tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada pelajar agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkoba.

Ketika imunitas sudah terbentuk maka mereka secara sadar akan menolak dan tidak mudah tergoda bujuk rayu segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Salah satu aplikasi dari strategi demand reduction ini adalah sosialisasi atau penyuluhan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Selaras dengan strategi demand reduction yang dijalankan, Badan Narkotika Nasional Kota Yogyakarta telah menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar (SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta) pada hari Selasa tanggal 03 September 2017 pukul 08.30 WIB – 11.45 WIB.

2. Maksud dan Tujuan

  • Maksud diselenggarakannya kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta.

Acara kunjungan ini bertema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba”.

Tema ini diambil dalam rangka memberikan pemahaman yang jelas dan tegas kepada pelajar mengenai berbagai dampak buruk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta upaya pencegahan yang dapat diterapkan secara nyata.

  • Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Menyatukan pandangan bersama bahwa Indonesia Darurat Narkoba termasuk Kota Yogyakarta, kondisi tersebut berpotensi untuk menghancurkan kedaulatan bangsa;
  2. Membangun tekad seluruh stake holder untuk bersama-sama mengatasi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba;
  3. Memberikan Informasi yang benar tentang dampak/bahaya Narkoba bagi individu, keluarga, dan masyarakat;
  4. Meningkatkan kemampuan akademis dan sosial yang akan memberikan dampak positif bagi pemahaman dan perilaku anti narkoba;
  5. Menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menjadi garda terdepan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

 

A. PELAKSANAAN

1. GAMBARAN/ DESKRIPSI PELAKSANAAN KEGIATAN

  • Tahap I : Persiapan
  1. Penyusunan dan pengajuan kegiatan;
  2. Pembentukan panitia;
  3. Rapat koordinasi;
  4. Penyiapan bahan topik /  materi;
  5. Persiapan sarana dan prasarana;
  6. Mengundang peserta;
  • Persiapan administrasi dan keuangan.Tahap II : Pelaksanaan Kegiatan
  1. Pendaftaran peserta;
  2. Pembukaan;
  • 30 peserta dan panitia berada di aula Masjid Sagan Komplek SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta;
  • Do’a;
  • Menyanyikan Lagu Indonesia Raya;

3. Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media    Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta;

  • Materi narasumber;
  • Tanya jawab.

4. Penutupan;

Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, dengan tema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba” ditutup dengan ucapan terima kasih dan apresisasi yang tinggi untuk SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta atas terlaksananya kegiatan secara lancar.

  • Tahap III : Evaluasi

Evaluasi pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan, baik narasumber, materi, kepanitiaan, tempat pelaksanaan, tingkat keberhasilan, dan hambatan yang ditemui untuk dilakukan perbaikan di kemudian hari.

2. WAKTU DAN TEMPAT

Hari

:

Selasa

Tanggal

:

03 Oktober 2017

Pukul

:

08.30 – 11.45 WIB

Tempat

:

Aula Masjid Sagan SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta

3. PESERTA

Peserta kegiatan berjumlah 30 (tiga puluh) orang yang terdiri dari siswa siswi SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta.

4. NARASUMBER DAN MATERI

Narasumber dan Materi pada kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta dengan tema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba” adalah sebagai berikut:

  • Judul “Pemuda Harapan Bangsa Sehat Tanpa Narkoba” oleh AKBP. SITI ALFIAH, S.H., S.Psi. (Kepala BNN Kota Yogyakarta).

Disampaikan di kelas besar kepada seluruh peserta.

  1. Narasumber memaparkan kondisi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di DIY;
  2. Narasumber memaparkan alasan pentingnya menyelamatkan pelajar dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba;
  3. Narasumber menjabarkan definisi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif;
  4. Narasumber menjelaskan jenis-jenis Narkotika berdasarkan penggolongan tingkat kecanduannya;
  5. Narasumber menjelaskan beberapa contoh narkoba dan bahaya penyalahgunaannya;
  6. Narasumber menjelaskan beberapa jenis psikotropika yang sering disalahgunakan;
  7. Narasumber menjelaskan beberapa contoh modus peredaran gelap narkoba untuk memicu anak-anak agar tertarik mencobanya (permen, brownies, cookies);
  8. Narasumber menjelaskan beberapa jenis New Psychoactive Substance (NPS) yang sudah masuk dalam lampiran Permenkes nomor 2 tahun 2017 dan belum masuk dalam lampiran tersebut;
  9. Narasumber menjelaskan berbagai macam bahaya narkoba bagi individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara;
  10. Narasumber menjelaskan penyebab dan anggapan salah tentang narkoba yang mendorong penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba;
  11. Narasumber menjelaskan mekanisme rehabilitasi, tujuan, sasaran serta IPWL yang dapat dijangkau di wilayah kota Yogyakarta.
  • Judul :  “Pemutaran film dan Diskusi” oleh Lukluk Sihjati, S.IP (Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kota Yogyakarta).

Disampaikan di kelas besar kepada seluruh peserta.

a. Bahaya Rokok: Setiap  Batang Rokok Menyumbang Kerusakan.

Narasumber memutarkan video tentang bahaya rokok. Video pendek dengan durasi empat (4) menit tersebut merupakan bentuk penguatan atas materi yang telah disampaikan narasumber sebelumnya. Beberapa bahaya rokok yang diulas dalam video tersebut antara lain:

  1. Asap rokok dapat merobek kantong kecil dalam paru-paru yang berfungsi menyerap oksigen. Robeknya kantong tersebut menyebabkan sesak napas;
  2. Asap rokok mengandung tar dan nikotin yang dapat mengendap dan melumpuri paru-paru;
  3. Asap rokok meningkatkan tekanan darah yang menyebabkan perdarahan di otak. Efek lebih lanjut adalah stroke, kelumpuhan hingga kematian;
  4. Bahan beracun pada rokok akan membuat pembuluh darah mata menjadi rapuh, hal tersebut memicu perdarahan mata yang berakibat pada kebutaan dan tidak dapat disembuhkan;
  5. Asap rokok merusak gen yang melindungi paru-paru dari kanker sehingga dapat menjadi pencetus kanker paru-paru;
  6. Asap rokok membuat sumbatan berupa penumpukan lemak yang lengket pada aorta yang mengakibatkan serangan jantung.

b. Peristiwa Tragis Akibat Rokok Elektrik

Video berdurasi delapan (8) menit tersebut mengulas beberapa hal, antara lain:

1. Sejarah rokok elektrik;

  • Rokok elektrik pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 di Cina. Pada awalnya rokok elektrik diklaim sehat, aman, dan ramah lingkungan;
  • Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa klaim di atas tidak benar. Beberapa pengujian membuktikan bahwa tingkat karsinogen dalam rokok elektrik lebih tinggi. Selain itu, kandungan formalin dan acetaldehyde dalam rokok elektrik lebih berbahaya;

2. Beberapa peristiwa tragis yang diakibatkan rokok elektrik antara lain:

  • Patah leher, tulang muka, mulut melepuh dan kehilangan gigi akibat rokok elektrik yang dihisap meledak;
  • Luka bakar di wajah;
  • Luka bakar internal maupun eksternal akibat baterai rokok elektrik tertelan dan meledak dalam kerongkongan;
  • Menyebabkan pneumonia (peradangan jaringan paru-paru);
  • Rumah terbakar akibat rokok elektrik yang meledak.

3. Cukrik: Oplosan Pembawa Maut;

Video dengan durasi tujuh (7) menit tersebut merupakan cuplikan dari tayangan reportase investigasi. Video tersebut menayangkan:

  1. Kisah seorang pelajar yang suka minum oplosan;
  2. Campuran bahan berbahaya dalam miras oplosan;
  3. Percobaan bahaya miras oplosan pada tikus laboratorium:
  • Kondisi tikus laboratorium yang diberikan alkohol dengan campuran pil psikotropika dalam keadaan kaku;
  • Sebelum mati, tikus-tikus tersebut mengalami kejang-kejang;
  • Pembedahan dalam organ dalam tikus laboratorium yang mati menunjukkan usus dan hati mengalami perdarahan;
  • Tikus yang pertama dan paling banyak mati adalah tikus berjenis kelamin wanita.

B. KENDALA YANG DIHADAPI

Pelaksanaan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, dengan tema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba” secara umum berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti.

C. RENCANA TINDAK LANJUT

Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, dengan tema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba” merupakan titik tolak kerjasama antara BNN Kota Yogyakarta, pelajar dan SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta secara individual maupun institusional dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Beberapa tindak lanjut yang direncanakan setelah terselenggaranya kegiatan di atas antara lain:

  1. Alokasi waktu tertentu untuk sosialisasi/ penyuluhan terkait P4GN;
  2. Penyelenggaraan kegiatan anti narkoba yang semakin intens;
  3. Kerjasama berkelanjutan antara BNN Kota Yogyakarta dan SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta terkait penyelenggaraan program P4GN.

Seperti itulah ulasan mengenai contoh laporan kunjungan sekolah. Semoga bermanfaat.

   
     
     
     

3. PESERTA

Peserta kegiatan berjumlah 30 (tiga puluh) orang yang terdiri dari siswa siswi SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta.

4. NARASUMBER DAN MATERI

Narasumber dan Materi pada kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta dengan tema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba” adalah sebagai berikut:

  • Judul “Pemuda Harapan Bangsa Sehat Tanpa Narkoba” oleh AKBP. SITI ALFIAH, S.H., S.Psi. (Kepala BNN Kota Yogyakarta).

Disampaikan di kelas besar kepada seluruh peserta.

  1. Narasumber memaparkan kondisi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di DIY;
  2. Narasumber memaparkan alasan pentingnya menyelamatkan pelajar dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba;
  3. Narasumber menjabarkan definisi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif;
  4. Narasumber menjelaskan jenis-jenis Narkotika berdasarkan penggolongan tingkat kecanduannya;
  5. Narasumber menjelaskan beberapa contoh narkoba dan bahaya penyalahgunaannya;
  6. Narasumber menjelaskan beberapa jenis psikotropika yang sering disalahgunakan;
  7. Narasumber menjelaskan beberapa contoh modus peredaran gelap narkoba untuk memicu anak-anak agar tertarik mencobanya (permen, brownies, cookies);
  8. Narasumber menjelaskan beberapa jenis New Psychoactive Substance (NPS) yang sudah masuk dalam lampiran Permenkes nomor 2 tahun 2017 dan belum masuk dalam lampiran tersebut;
  9. Narasumber menjelaskan berbagai macam bahaya narkoba bagi individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara;
  10. Narasumber menjelaskan penyebab dan anggapan salah tentang narkoba yang mendorong penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba;
  11. Narasumber menjelaskan mekanisme rehabilitasi, tujuan, sasaran serta IPWL yang dapat dijangkau di wilayah kota Yogyakarta.
  • Judul :  “Pemutaran film dan Diskusi” oleh Lukluk Sihjati, S.IP (Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kota Yogyakarta).

Disampaikan di kelas besar kepada seluruh peserta.

a. Bahaya Rokok: Setiap  Batang Rokok Menyumbang Kerusakan.

Narasumber memutarkan video tentang bahaya rokok. Video pendek dengan durasi empat (4) menit tersebut merupakan bentuk penguatan atas materi yang telah disampaikan narasumber sebelumnya. Beberapa bahaya rokok yang diulas dalam video tersebut antara lain:

  1. Asap rokok dapat merobek kantong kecil dalam paru-paru yang berfungsi menyerap oksigen. Robeknya kantong tersebut menyebabkan sesak napas;
  2. Asap rokok mengandung tar dan nikotin yang dapat mengendap dan melumpuri paru-paru;
  3. Asap rokok meningkatkan tekanan darah yang menyebabkan perdarahan di otak. Efek lebih lanjut adalah stroke, kelumpuhan hingga kematian;
  4. Bahan beracun pada rokok akan membuat pembuluh darah mata menjadi rapuh, hal tersebut memicu perdarahan mata yang berakibat pada kebutaan dan tidak dapat disembuhkan;
  5. Asap rokok merusak gen yang melindungi paru-paru dari kanker sehingga dapat menjadi pencetus kanker paru-paru;
  6. Asap rokok membuat sumbatan berupa penumpukan lemak yang lengket pada aorta yang mengakibatkan serangan jantung.

b. Peristiwa Tragis Akibat Rokok Elektrik

Video berdurasi delapan (8) menit tersebut mengulas beberapa hal, antara lain:

1. Sejarah rokok elektrik;

  • Rokok elektrik pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 di Cina. Pada awalnya rokok elektrik diklaim sehat, aman, dan ramah lingkungan;
  • Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa klaim di atas tidak benar. Beberapa pengujian membuktikan bahwa tingkat karsinogen dalam rokok elektrik lebih tinggi. Selain itu, kandungan formalin dan acetaldehyde dalam rokok elektrik lebih berbahaya;

2. Beberapa peristiwa tragis yang diakibatkan rokok elektrik antara lain:

  • Patah leher, tulang muka, mulut melepuh dan kehilangan gigi akibat rokok elektrik yang dihisap meledak;
  • Luka bakar di wajah;
  • Luka bakar internal maupun eksternal akibat baterai rokok elektrik tertelan dan meledak dalam kerongkongan;
  • Menyebabkan pneumonia (peradangan jaringan paru-paru);
  • Rumah terbakar akibat rokok elektrik yang meledak.

3. Cukrik: Oplosan Pembawa Maut;

Video dengan durasi tujuh (7) menit tersebut merupakan cuplikan dari tayangan reportase investigasi. Video tersebut menayangkan:

  1. Kisah seorang pelajar yang suka minum oplosan;
  2. Campuran bahan berbahaya dalam miras oplosan;
  3. Percobaan bahaya miras oplosan pada tikus laboratorium:
  • Kondisi tikus laboratorium yang diberikan alkohol dengan campuran pil psikotropika dalam keadaan kaku;
  • Sebelum mati, tikus-tikus tersebut mengalami kejang-kejang;
  • Pembedahan dalam organ dalam tikus laboratorium yang mati menunjukkan usus dan hati mengalami perdarahan;
  • Tikus yang pertama dan paling banyak mati adalah tikus berjenis kelamin wanita.

B. KENDALA YANG DIHADAPI

Pelaksanaan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, dengan tema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba” secara umum berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti.

C. RENCANA TINDAK LANJUT

Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, dengan tema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba” merupakan titik tolak kerjasama antara BNN Kota Yogyakarta, pelajar dan SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta secara individual maupun institusional dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Beberapa tidak lanjut yang direncakan setelah terselenggaranya kegiatan di atas antara lain:

  1. Alokasi waktu tertentu untuk sosialisasi/ penyuluhan terkait P4GN;
  2. Penyelenggaraan kegiatan anti narkoba yang semakin intens;
  3. Kerjasama berkelanjutan antara BNN Kota Yogyakarta dan SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta terkait penyelenggaraan program P4GN.

Seperti itulah ulasan mengenai contoh laporan kunjungan sekolah. Semoga bermanfaat.