Keren! Ini Dia 4 Panutan Yang Sukses di Bidang Budidaya!

Banyak sekali orang yang sukses di bidang bisnis budidaya. Namun juga tidak sedikit orang yang merendahkan sesuatu profesi di bidang budidaya. Profesi yang dianggap kotor, karena merawat sesuatu seperti hewan dan tumbuhan, yang identik dengan membersihkan kotoran hewan dan merawat tanaman dengan mengolah tanah. 

Padahal tanpa adanya kehadiran mereka, manusia tidak pernah mengenal yang namanya makanan dari daging dan tumbuhan hewan serta keindahan tanamannya. Namun juga tidak gampang untuk menjadi pebisnis sukses, ada banyak perjuangan yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Jika kalian pebisnis pemula di bidang budidaya yang mau memulai tapi butuh dorongan inspirasi. Ada beberapa pebisnis yang sukses dan mampu memberikan inspirasi bagi kalian yang butuh dorongan inspirasi, simaklah beberapa pebisnis yang sukses di bidang budidaya.

1. Budi Santoso

Pebisnis pertama yang menginspirasi kalian adalah Budi Santoso, Seorang pebisnis Tanaman hias yang sukses. Ia merintis usaha tanaman hias yang menguntungkan, dari modal kecil di mulai Agustus 2008 di sekitar daerah kawasan industri jababeka, cikarang, Bekasi, jawa barat.

Ujar Budi Santoso, "Untuk sukses dalam bisnis tanaman hias, tentu harus menyenangi atau hobi akan bertanam hias terlebih dahulu. Selanjutnya masalah penjualan dan pemasaran menyusul bisa dipelajari".

2. Adi Pramudya

Adi Pramudya merupakan seorang yang pebisnis yang sukses di bidang pertanian. Awalnya ibunya tidak menyukai bahwa Adi menjadi seorang pengusaha, namun dengan semangatnya yang menggebu-gebu, Adi tetap terus melanjutkan rencananya menjadi Pengusaha. Usaha yang pernah dilakukan Adi adalah kuliner pisang coklat, hanya dengan bermodalkan tekad yang kuat

Tidak disangka usahanya tersebut membuahkan hasil yang menggembirakan pada awalnya. Bahkan telah mampu berkembang hingga 4 gerai. Namun perlahan masalah mulai menggerogoti bisnisnya, dan akhirnya usaha tersebut tidak bisa bertahan. Setelah ia vakum berbisnis, ia mendapatkan sebuah ide yang bagus. Namun menariknya, ide usaha tersebut merupakan bidang yang tergolong kurang diminati oleh para pemuda yakni bisnis pertanian.

Usaha yang tidak ia duga, justru berhasil mendatangkan keuntungan ratusan juta baginya. Kini permintaan dari banyak pasar berdatangan mulai lokal hingga mencapai eropa, menjadikan ia pemenang Wirausaha Muda Berprestasi pada tahun 2014. Ia merasa bahwa dengan bisnis ini, ia tidak hanya mendapatkan keuntungan finansial. Namun dengan adanya rekan-rekan petani yang juga sangat terbantu, menjadi kepuasan tersendiri baginya.

3. Andi Nata

Andi Nata merupakan seorang pemuda yang sukses di bidang peternakan. Seorang pemuda yang memiliki semangat juang yang tinggi, sifat pantang menyerah, berinovasi, menyukai tantangan, dan kerja keras, yang menghantarkan Andi menjadi sukses. Memiliki banyak bidang usaha salah satunya bergerak dibidang usaha peternakan yang diberi nama Raja Aqiqah dan bidang-bidang usaha lainnya.

Dengan sifatnya yang mudah bergaul membawanya ke salah seorang peternak di Jawa Tengah. Andi mulai terinspirasi dan mulai tertarik dengan dunia peternakan saat itu. Awalnya dia bekerjasama dengan peternak di Garut, Cirebon, Wonosobo, dan beberapa wilayah di pulau jawa dengan menjual ternak mereka. Seiring berjalannya waktu, dia berusaha mengembangkan bisnisnya dan juga berusaha mengejar ketertinggalannya dalam dunia akademik.

Andi berusaha menimba ilmu mulai dari mengikuti lokakarya, kuliah singkat, kursus dan lain sebagainya, dia belajar dari siapa pun karena baginya setiap orang memberi  berkah. Ia berpendapat bahwa rahasia yang berperan dalam perjalanan suksesnya adalah menjalin relasi. Bagi Andi, percuma jika hanya pintar berinovasi tetapi juga harus dapat menjalin relasi. Karena berkah yang kita dapatkan merupakan campur tangan dari orang-orang yang disekitar kita.

4. Lestarianto

Pebisnis terakhir yang dapat menginspirasi kalian adalah Bapak Lestarianto, seorang pebisnis budidaya ikan nila yang sangat sukses. Ia pernah menolak uang sebesar 1,5 miliar untuk mengirimkan memenuhi ekspor ke Korea. Karena ia sudah kewalahan untuk memenuhi pasokan 75 ikan nila untuk ekspor dan 150 ton untuk pasar lokal. Jika rata-rata ikan nila sebesar Rp 14.000 per kilogram, bisa dibayangkan berapa omset yang harus dipenuhi perbulannya.

Namun kesuksesan yang diraih tidak semudah yang kalian bayangkan. Karirnya dimulai dari tahun 1990, awalnya, Ia merupakan seorang pemilik industri garmen yang juga ikut membantu mengurusi kolam pancing milik orangtuanya seluas 1.000 m2. Seiring berjalannya waktu, ia pun menemukan peluang bisnis di bidang perikanan lebih menarik dan lebih menjanjikan ketimbang dengan garmen. Karena itu, ia pun mulai serius tentang bisnis tersebut dan dan terus mengembangkan kolam pancing milik orang tuanya.