Rumah Bolon : Bangunan Penuh Filosofi di Batak

Batak memang memiliki keragaman suku budaya yang menarik untuk dipelajari. Selain itu, suku Batak juga memiliki rumah adat yang sangat khas. Selain bentuknya yang unik rumah tersebut juga sarat akan makna lho.

Pada dasarnya rumah Bolon berbentuk persegi panjang, menyerupai panggung, dan terdapat banyak tiang setinggi 1,75 m. Anak tangga yang terdapat pada rumah ini selalu berjumlah ganjil. Pada zaman dahulu, rumah Bolon merupakan tempat tinggal 13 raja di Sumatera Utara beserta teman-temannya. 

Beberapa Jenis Rumah Bolon dan Maknanya

Rumah Bolon

Rumah suku Batak atau yang biasa disebut dengan rumah Bolon merupakan simbol keberadaan masyarakat batak yang hidup di daerah tersebut. Suku Batak sendiri memiliki beberapa jenis yaitu Batak Toba, Mandailing, Simalungun,Pakpak, Karo dan Angkola. Oleh karena itu rumah bolon memiliki beberapa jenis. Namun, meskipun terdapat banyak jenisnya, secara umum rumah Bolon memiliki filosofi yang sama. Apa saja filosofi rumah Batak? Simak penjelasan berikut.

1. Atap Rumah Bolon yang Berbentuk Unik

Salah satu keindahan rumah khas suku Batak ini terletak pada atapnya yang berbentuk lancip di bagian depan dan belakang. Bagian depan atap rumah sengaja dibuat lebih panjang dari bagian belakangnya. karena masyarakat mempercayai hal tersebut dapat menjadi doa bagi keturunan pemilik rumah agar lebih sukses dalam menjadi hidup kedepannya. Atap rumah ini terbuat dari ijuk karena dapat dengan mudah ditemukan disana.

2. Pondasi Rumah Bolon Bertipe Cincin

Pondasi rumah Bolon terbuat dari batu sebagai tumpuan kolom kayu yang ada di atasnya. Tiang yang digunakan sebagai pondasi memiliki diameter sebesar 42-50 cm dan berdiri di atas batu yang strukturnya fleksibel. Jumlah tiang yang menyusun rumah Bolon berjumlah 18 yang umumnya mengandung makna kebersamaan dan kekokohan masyarakat Bolon dalam menghadapi berbagai musibah. Bentuk pondasi yang seperti ini membuat rumah khas Batak kuat walaupun diguncang gempa.

3. Dinding Rumah Bolon yang Berbentuk Miring

Bentuk dinding yang dimiliki rumah Bolon agak miring dan bersifat aerodinamis. Sengaja dibangun sedemikian rupa agar angin dari luar dapat dengan mudah masuk ke dalam rumah. Hal tersebut juga melambangkan kekuatan rumah yang tetap kokoh meskipun diterpa angin.

4. Ornamen Rumah Bolon yang Sangat Indah

Jika kamu berkesempatan untuk masuk ke dalam rumah Bolon, maka akan melihat berbagai macam ornament yang sangat indah seperti hiasan ukiran khas Batak. Ornament ini sering disebut dengan Gorga yang melambangkan tanda tolak balak seperti berbagai macam penyakit dan bahaya lainnya.

Gorga sendiri memiliki berbagai macam bentuk seperti cicak, ular, dan kerbau yang tentunya masing-masing memiliki makna. Bentuk cicak memiliki filosofi ketangguhan orang Batak untuk tetap bertahan hidup dimanapun berada. Selain itu, gambar tersebut juga melambangkan keeratan rasa persaudaraan antar sesama suku di manapun berada.

Gorga yang berbentuk ular menggambarkan keberkahan. Hal tersebut merupakan keyakinan masyarakat Batak pada masa lampau bahwa rumah yang dimasuki ular merupakan tanda bahwa penghuninya akan mendapat rejeki yang berkah dan melimpah. Sedangkan bentuk kerbau melambangkan rasa syukur kepada pencipta. Hal tersebut karena kerbau telah banyak membantu masyarakat dalam menyuburkan ladang mereka pada jaman dahulu.

Untuk informasi lainnya mengenai adat dan tradisi suku batak {khususnya batak toba), kamu bisa mengunjungi website pestabatak.com

Nah, itulah beberapa filosofi yang bisa diambil dari bangunan rumah Bolon, menarik bukan? Rumah ini dahulu kala merupakan tempat tinggal raja dan keluarganya, namun seiring berjalannya waktu keberadaan rumah Bolon semakin sedikit. Semoga kamu berkesempatan untuk melihatnya ketika berlibur di Sumatera Utara.