Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

Melakukan kunjungan ke sekolah dalam rangka tugas dinas juga memerlukan sebuah laporan. Laporan yang baik adalah laporan yang  jelas, detail dan bisa memahamkan pembaca. Artikel ini akan mengulas tentang contoh laporan kunjungan ke sekolah.

Contoh laporan kunjungan sekolah di bawah ini adalah salah satu program BNN Kota Yogyakarta dalam melakukan sosialiasi pencegahan anti narkoba. Berikut adalah contoh yang diambil dari situs Academic Indonesia.

Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengacam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa (press release BNN RI, 2016).

Indonesia dalam hal ini masuk dalam kondisi darurat narkoba. Hal ini ditandai dengan jaringan/sindikat narkoba yang semakin massif menyasar penduduk dari perkotaan hingga pelosok desa, tanpa memandang status maupun usia.

Berdasarkan press release BNN pada periode 2016, BNN telah mengungkap 807 kasus narkotika dan mengamankan 1.238 tersangka, yang terdiri dari 1.217 WNI dan 21 WNA.

Nilai penyitaan asset hasil tindak pidana narkotika mencapai Rp 261.863.413.345. Kondisi darurat narkoba diperkuat dengan semakin beragamnya narkotika jenis baru atau NPS (New Psychoactive Substances). Sampai dengan awal 2017, BNN telah mengidentifikasi 56 (lima puluh enam) jenis NPS.

Berdasarkan data BNN yang dirilis dalam Jurnal Data P4GN tahun 2015 edisi tahun 2016, Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki peringkat ke delapan dengan prevalensi 2,27%, untuk jumlah penyalahguna sebesar 60.182 orang.

Menurun dibanding tahun 2015 dimana DIY menduduki peringkat kelima dengan prevalensi 2,37% dan jumlah penyalahguna mencapai 62.028 orang.

Kondisi tersebut tidak lantas membuat terlena. Perkembangan tren, modus, dan jenis narkoba yang berkembang menuntut BNN untuk dapat merumuskan strategi yang tepat.

Dua (2) garis besar strategi yang dijalankan adalah supply reduction (pengurangan pasokan) melalui upaya pemberantasan jaringan dan peredaran gelap narkoba, serta demand reduction (pengurangan permintaan) melalui kegiatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta rehabilitasi.

Strategi demand reduction (pengurangan permintaan) dilakukan melalui tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada pelajar agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkoba.

Ketika imunitas sudah terbentuk maka mereka secara sadar akan menolak dan tidak mudah tergoda bujuk rayu segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Salah satu aplikasi dari strategi demand reduction ini adalah sosialisasi atau penyuluhan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Selaras dengan strategi demand reduction yang dijalankan, Badan Narkotika Nasional Kota Yogyakarta telah menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar (SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta) pada hari Selasa tanggal 03 September 2017 pukul 08.30 WIB – 11.45 WIB.

2. Maksud dan Tujuan

  • Maksud diselenggarakannya kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta.

Acara kunjungan ini bertema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba”.

Tema ini diambil dalam rangka memberikan pemahaman yang jelas dan tegas kepada pelajar mengenai berbagai dampak buruk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta upaya pencegahan yang dapat diterapkan secara nyata.

  • Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Menyatukan pandangan bersama bahwa Indonesia Darurat Narkoba termasuk Kota Yogyakarta, kondisi tersebut berpotensi untuk menghancurkan kedaulatan bangsa;
  2. Membangun tekad seluruh stake holder untuk bersama-sama mengatasi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba;
  3. Memberikan Informasi yang benar tentang dampak/bahaya Narkoba bagi individu, keluarga, dan masyarakat;
  4. Meningkatkan kemampuan akademis dan sosial yang akan memberikan dampak positif bagi pemahaman dan perilaku anti narkoba;
  5. Menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menjadi garda terdepan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

 

A. PELAKSANAAN

1. GAMBARAN/ DESKRIPSI PELAKSANAAN KEGIATAN

  • Tahap I : Persiapan
  1. Penyusunan dan pengajuan kegiatan;
  2. Pembentukan panitia;
  3. Rapat koordinasi;
  4. Penyiapan bahan topik /  materi;
  5. Persiapan sarana dan prasarana;
  6. Mengundang peserta;
  • Persiapan administrasi dan keuangan.Tahap II : Pelaksanaan Kegiatan
  1. Pendaftaran peserta;
  2. Pembukaan;
  • 30 peserta dan panitia berada di aula Masjid Sagan Komplek SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta;
  • Do’a;
  • Menyanyikan Lagu Indonesia Raya;

3. Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media    Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta;

  • Materi narasumber;
  • Tanya jawab.

4. Penutupan;

Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Pelajar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, dengan tema “Pelajar Sehat, Kuat Berprestasi tanpa Penyalahgunaan Narkoba” ditutup dengan ucapan terima kasih dan apresisasi yang tinggi untuk SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta atas terlaksananya kegiatan secara lancar.

  • Tahap III : Evaluasi

Evaluasi pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan, baik narasumber, materi, kepanitiaan, tempat pelaksanaan, tingkat keberhasilan, dan hambatan yang ditemui untuk dilakukan perbaikan di kemudian hari.

2. WAKTU DAN TEMPAT

Melakukan kunjungan ke sekolah dalam rangka tugas dinas juga memerlukan sebuah laporan. Laporan yang baik adalah laporan yang  jelas, detail dan bisa memahamkan pembaca. Artikel ini akan mengulas tentang contoh laporan kunjungan ke sekolah.

Contoh laporan kunjungan sekolah di bawah ini adalah salah satu program BNN Kota Yogyakarta dalam melakukan sosialisasi pencegahan anti narkoba. Berikut adalah contoh yang diambil dari situs Academic Indonesia.

Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Contoh Laporan Kunjungan Sekolah

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa (press release BNN RI, 2016).

Indonesia dalam hal ini masuk dalam kondisi darurat narkoba. Hal ini ditandai dengan jaringan/sindikat narkoba yang semakin massif menyasar penduduk dari perkotaan hingga pelosok desa, tanpa memandang status maupun usia.

Berdasarkan press release BNN pada periode 2016, BNN telah mengungkap 807 kasus narkotika dan mengamankan 1.238 tersangka, yang terdiri dari 1.217 WNI dan 21 WNA.

Nilai penyitaan asset hasil tindak pidana narkotika mencapai Rp 261.863.413.345. Kondisi darurat narkoba diperkuat dengan semakin beragamnya narkotika jenis baru atau NPS (New Psychoactive Substances). Sampai dengan awal 2017, BNN telah mengidentifikasi 56 (lima puluh enam) jenis NPS.

Berdasarkan data BNN yang dirilis dalam Jurnal Data P4GN tahun 2015 edisi tahun 2016, Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki peringkat ke delapan dengan prevalensi 2,27%, untuk jumlah penyalahguna sebesar 60.182 orang.

Menurun dibanding tahun 2015 dimana DIY menduduki peringkat kelima dengan prevalensi 2,37% dan jumlah penyalahguna mencapai 62.028 orang.

Kondisi tersebut tidak lantas membuat terlena. Perkembangan tren, modus, dan jenis narkoba yang berkembang menuntut BNN untuk dapat merumuskan strategi yang tepat.

Dua (2) garis besar strategi yang dijalankan